Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Smartphone

Sejarah Smartphone

Gawaisiana - Perkembangan pasar ponsel cerdas dunia yang begitu pesat akhir-akhir ini, tidak terkecuali dengan Indonesia. Banjir ponsel cerdas dan tablet sudah mulai terasa. Derasnya permintaan pasar terhadap ponsel cerdas ini, khususnya yang menggunakan sistem operasi Android membuat para produsen semakin giat untuk berinovasi dan menggempur pasar ponsel Indonesia dengan berbagai produk. Para produsen ponsel cerdas pun mulai datang dari produsen lokal seperti Polytron dan Axioo. Mereka menyadari betapa besarnya pangsa pasar ponsel cerdas di Indonesia.

Ponsel cerdas di Indonesia sendiri memiliki segmentasi yang secara umum bisa dikelompokkan menjadi 3 kelas berdasarkan level harga dan spesifikasinya, yaitu:

  1. Ponsel cerdas kelas atas (high-end)
  2. Ponsel cerdas kelas menengah (middle level)
  3. Ponsel cerdas kelas bawah (entry level)

Ponsel cerdas kelas atas merupakan ponsel cerdas yang memiliki spesifikasi perangkat keras yang sangat tinggi. Ponsel ini biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur unggulan yang membuatnya sangat menonjol dan lengkap dalam pengoperasiannya. Selain dari sisi prosesor, memori, GPU, ukuran layar, jenis layar, dan kamera, ponsel cerdas kelas atas ini biasanya memiliki desain yang premium. Beberapa vendor ponsel cerdas yang bermain di level ini di antaranya:

  1. Apple dengan produk andalannya iPhone
  2. Samsung dengan jajaran seri ponsel cerdas Galaxy S, Galaxy Note, dan Galaxy Z
  3. HTC dengan seri HTC One
  4. LG dengan seri Optimus G dan L9
  5. Nokia dengan seri Lumia 9XX
  6. Blackberry dengan seri Qxx
  7. OnePlus dengan seri OnePlus 2
Harga dari ponsel cerdas kelas atas ini bisa berkisar antara 4 juta hingga 10 juta rupiah. Harga ponsel cerdas yang memang cukup mahal ini biasanya memang memiliki fitur-fitur unggulan selain itu juga lebih terkesan bergengsi.

Bahkan smartphone-smartphone iPhone 6S, iPhone 6S Plus, Google Nexus 5x, Google Nexus 6P, HTC One M9, Motorola Moto X Force, LG G4, OnePlus 2, Samsung Galaxy S6 Edge+, dan Sony Xperia Z5, mampu merekam video pada resolusi 4K.

Ponsel cerdas kelas menengah biasanya menyasar target pasar yang menginginkan ponsel cerdas canggih namun dengan harga dan spesifikasi yang lebih rendah. Level ini cukup banyak peminatnya, khususnya di Indonesia. Para pemainnya juga semakin banyak, karena produsen lokal ikut bermain di segmen ini. Sebut saja Samsung, Acer, LG, Nokia, Polytron, Lenovo, Asus, Blackberry,& sebagian ponsel cerdas Sony.

Ponsel cerdas kelas entry level juga semakin banyak peminatnya di Indonesia. Sebagian besar porsi untuk ponsel cerdas entry level ini dikuasai oleh Android, karena mampu menghadirkan pengalaman ponsel cerdas dalam harga yang sangat terjangkau. Di Indonesia sendiri ponsel cerdas entry level ini sudah bisa diperoleh dari harga 500 ribu rupiah hingga berkisar 1 juta rupiah. Pilihannya pun semakin banyak dan spesifikasi yang ditawarkan juga tidak terlalu buruk. Mungkin ponsel cerdas kelas bisa menjadi pilihan awal bagi para pengguna telepon genggam yang masih awam dengan ponsel cerdas dan ingin mencoba belajar dulu.

Post a Comment for "Sejarah Smartphone"